Kasat Lantas Ponorogo Akp Dewo
PONOROGO – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ponorogo mencatat adanya tren peningkatan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Ponorogo hingga 20 Desember 2025. Meski jumlah kejadian meningkat, terdapat kabar positif di mana angka fatalitas atau tingkat kematian akibat kecelakaan justru mengalami penurunan.
Kasat Lantas Polres Ponorogo, AKP Dewo, menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya menekan risiko fatalitas melalui berbagai langkah preventif dan edukatif. Salah satu fokus utamanya adalah memberikan imbauan kepada generasi muda, khususnya para pelajar, untuk lebih tertib dalam berlalu lintas.
"Kami selalu melakukan penghimbauan kepada adik-adik, terutama pelajar dan masyarakat, agar berkendara menggunakan helm dan melengkapi SIM, karena itu sangat utama untuk keselamatan kita dalam berkendara," ujar AKP Dewo.
Sebagai bagian dari upaya pendisiplinan, Satlantas Polres Ponorogo juga secara masif meningkatkan tindakan teguran di lapangan. Angka teguran melonjak tajam hampir 200 persen dibandingkan periode sebelumnya. Jika sebelumnya tercatat sekitar 12.000 teguran, kini angkanya meningkat menjadi 43.000 teguran.
AKP Dewo menegaskan bahwa langkah ini diambil bukan semata-mata untuk penindakan, melainkan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat.
"Kenapa kita tingkatkan teguran? Yaitu untuk memberikan kesadaran bagi masyarakat bahwasanya mengendarai kendaraan itu harus dengan tata cara keselamatan yang baik," tambahnya.
Selain faktor kelalaian manusia, kondisi infrastruktur jalan juga menjadi perhatian serius. Curah hujan yang tinggi menyebabkan banyak ruas jalan di Ponorogo mengalami kerusakan dan berlubang. Kondisi tanah yang menggembur akibat air hujan mempercepat terjadinya lubang-lubang baru yang membahayakan pengendara.
Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan perbaikan di titik-titik rawan.(Jar)
