Tak ada hasil yang ditemukan

    Belajar Produksi Jamu Instan, Masyarakat Pacitan Didorong Jadi Pelaku Usaha


    PACITAN – Masyarakat Kabupaten Pacitan mendapat kesempatan meningkatkan keterampilan melalui pelatihan pengolahan biofarmaka yang digelar Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Kabupaten Pacitan.

    Kegiatan yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2026 tersebut mendapatkan dukungan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

    Pelatihan diarahkan untuk memberikan kemampuan praktis kepada masyarakat dalam mengolah bahan-bahan herbal menjadi produk yang dapat dimanfaatkan sekaligus memiliki nilai ekonomi.

    Salah satu produk yang dikenalkan dalam pelatihan adalah jamu instan. Para peserta mendapatkan pengetahuan mengenai pemanfaatan bahan herbal, termasuk jahe, untuk diolah menjadi minuman yang lebih praktis.

    Dalam pelaksanaan pelatihan, Disdagnaker Pacitan menggandeng pelaku usaha lokal, Nikmatul Lailiyah, pengusaha jamu instan asal Desa Jeruk, Kecamatan Bandar.

    Keterlibatan pelaku usaha tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran nyata kepada peserta mengenai proses produksi jamu. Tidak hanya teori, peserta juga dapat melihat secara langsung bagaimana bahan baku diolah hingga menjadi produk yang siap digunakan maupun dipasarkan.

    Nikmatul mengatakan, masyarakat memiliki peluang untuk mengembangkan usaha berbasis bahan herbal karena bahan bakunya cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari.

    “Kami memberikan pengalaman dari proses awal sampai bagaimana bahan herbal ini bisa menjadi jamu instan. Jadi peserta bisa mengetahui bahwa bahan yang sederhana juga bisa dikembangkan menjadi produk yang mempunyai nilai tambah,” jelasnya.

    Menurut dia, keberanian untuk memulai menjadi salah satu hal penting dalam mengembangkan usaha. Produk tidak harus langsung diproduksi dalam jumlah besar, tetapi dapat dimulai dari skala kecil.

    “Tidak harus langsung besar. Bisa dimulai dari rumah dengan produksi kecil-kecilan. Yang penting tahu cara mengolahnya dengan benar, menjaga kebersihan dan kualitas produk,” ungkap Nikmatul.

    Pelatihan tersebut diharapkan mampu membuka wawasan masyarakat bahwa keterampilan pengolahan bahan herbal dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan ekonomi.

    Selain memberikan keterampilan produksi, kegiatan semacam ini juga diharapkan dapat mendorong munculnya produk-produk lokal Pacitan yang memiliki daya saing.

    Pemkab Pacitan melalui pemanfaatan DBHCHT berupaya agar manfaat dana tersebut dapat dirasakan lebih luas. Masyarakat umum juga dapat memperoleh manfaat melalui program peningkatan keterampilan dan pemberdayaan.

    Sementara itu, upaya pemerintah dalam memerangi peredaran rokok ilegal terus dilakukan melalui sosialisasi dan penindakan. Masyarakat juga diimbau ikut berperan dengan tidak membeli maupun menjual rokok ilegal.

    Premium By Raushan Design With Shroff Templates
    Lebih baru Lebih lama

    نموذج الاتصال